» » » Biografi KH. Bajuri Yusuf, LISS (Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri)

Biografi KH. Bajuri Yusuf, LISS (Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Hasan Jufri)

Penulis By on Kamis, 02 April 2015 | No comments



Hasan Jufri - K.H.Bajuri Yusuf  lahir di desa Lebak Sangkapura Bawean Gresik Jawa Timur pada tanggal 20 Maret 1950, dan merupakan putra keenam dari sebelas bersaudara dari  pasangan K.H.Yusuf Zuhri dan ibu nyai Hj.Muthiyah.

Sejak kecil, selain memberikan pendidikan agama, kedua orang tua beliau membiasakan K.H.Bajuri untuk mengembala kambing sepulang beliau dari sekolah, pembiasaan mengembala kambing ini lebih dimaksudkan sebagai latihan kesabaran, jika kelak menjadi seorang pemimpin.

Beliau senantiasa mengingat nasehat ayahanda beliau bahwa beberapa rasul Allah sebelum diangkat menjadi Rasul juga mengembala kambing, apabila sukses mengembala kambing maka akan sukses pula memimpin manusia, sebab memimpin ummat akan menghadapi berbagai rintangan dan ujian, apalagi menghadapi berbagai watak manusia yang memang memiliki perbedaan mendasar.

Sejarah Pendidikan KH. Bajuri Yusuf

Disamping mendalami ilmu agama, beliau juga menempuh pendidikan formal dan non formal, dimulai dari sekolah rakyat (SR/setingkat SD) dipagi hari dan disore harinya belajar di MWB NU (Madrasah wajib belajar Nahdlatul Ulama’). Mendapat tugas belajar di PPUPAN(Pendidikan Pengadilan Urusan Pengadilan Agama Negeri) di Kediri, namun sebelum beliau merampungkan tugas belajar di PPUPAN, meletus peristiwa G.30S/PKI pada tahun 1965.

Tahun 1966 beliau melanjutkan studinya di pondok pesantren Krapyak Yogyakarta dibawah asuhan K.H. Ali Ma’shum, dan setelah menyelesaikan pendidikan formal pada jenjang Aliyah dipesantren tersebut, beliau melanjutkan pendidikan formalnya kefakultas Adab IAIN Sunan Kalijogo, kuliah tersebut beliau jalani dari pesantren atas anjuran K.H.Ali Ma’sum pengasuh ponpes Krapyak yogyakarta. Dan sebelum beliau menyelesaikan perkuliahannya kedoktoral II, pada tahun 1975 beliau berangkat ke Timur Tengah tepatnya Makkah al Mukarromah untuk memenuhi panggilan belajar (beasiswa) di Darul Hadits Makkah.

Pada tahun 1976, beliau kembali mendapat panggilan belajar dari salah satu Universitas ternama dikota Baghdad, yaitu perguruan tinggi Imam al A’dham di fakultas Syariah. Dan ditahun 1979 universitas Imam al A’dham menjadi satu bagian dengan Universitas Baghdad.

Setelah merampungkan pendidikan beliau di Strata1 (S1) dengan menyandang gelar LISS (Lesson of Islamic Study and Science) beliau kembali ke Mekkah al Mukarromah untuk melanjutkan pendidikan beliau pada program pasca sarjana (S2) di Universitas Islam Madinah.

Di sela-sela beliau menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru di Makkah, tiba-tiba keluarga meminta beliau untuk pulang kepulau Bawean dengan alasan karena selama 6 tahun, sejak beliau berangkat ketimur Tengah belum pernah pulang ke pulau Bawean.

Kepulangan yang pada awalnya hanya direncanakan sebentar, ternyata harus dilakukan untuk seterusnya, karena baru sekitar tiga mingguan beliau dipulau Bawean, wafat ayahanda beliau K.H.yusuf Zuhri.Dan sebelum ayahanda beliau wafat, K.H.Yusuf sempat ikut menata kitab-kitab K.H.Bajuri yang beliau bawa dari Baghdad.Atas permintaan  keluarga K.H.Bajuri yusuf diharapkan dapat  melanjutkan Majlis Ta’lim ayahanda beliau, maka demi melanjutkan perjuangan ayahanda beliau dan menunaikan amanah dari keluarga maka beliau mengurungkan niat  untuk melanjutkan pendidikan beliau pada program pascasarjana (S2) di universitas Islam Madinah.

Pengalaman Organisasi KH. Bajuri Yusuf

Sejak remaja K.H.Bajuri yusuf gemar mengikuti berbagai organisasi. Pada tahun  1970 beliau dilantik menjadi pengurus dipondok pesantren Krapyak Yogyakarta sebagai koordinator keamanan. Dan pada tahun 1971 beliau ditunjuk menjadi Ketua dewan pengurus di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.

K.H. Bajuri dimasa remaja juga aktif  organisasi Gerakan Pemuda Anshor DIY pada tahun 1970-1973, aktif pula berorganisasi di PMII dan IPNU. Pada tahun 1978-1989 beliau menjadi wakil ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Islam) di Baghdad untuk wilayah Iraq. Pada tahun 1987-2002  beliau menjabat sebagai Rais Syuriah Nahdlatul Ulama’ cabang Bawean selama dua periode. Selain gemar berorganisasi beliau juga memiliki hobi di bidang olahraga terutama olahraga sepak bola dan pencak silat, hobi pencak silat ini mengantarkan beliau untuk menjadi pelatih pencak silat ketika beliau kuliah di Baghdad. 

Pada tahun 1981 beliau menikahi putri dari pasangan K.H.Helmi dan ibu nyai Hj.Masruhenna Marzuki, ibu nyai Hj.Faizah dari Desa Teluk Dalam Sangkapura Bawean, dan dikaruniai lima anak, tiga putri dan dua putra. Putri pertama Fauziya SPdI,MPdI alumni Pesantren Bahrul Ulum Jombang dan Pondok Pesantren Al Fatah Lamongan dan telah merampungkan S2 nya di UNSURI (Universitas Sunan Giri) Surabaya. Putri kedua, Hj. Ainun Barokah, SpdI,MHI alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah, Bangil Pasuruan, alumni Daruzzahra dibawah asuhan al Habib Umar bin Hafidz Yaman, dan telah merampungkan S2 nya di UNSURI (Universitas Sunan Giri) Surabaya. 

Putri Ketiga Ulfatun Najihah, SpdI,MHI, alumni pondok pesantren Darullughah Wadda’wah dan telah merampungkan S2 nya di UNSURI (Universitas Sunan Giri) Surabaya. Putra keempat Muhammad Najahul Umam, SpdI, alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah dan sekarang masih menempuh pendidikan di Rubath Tarim Hadromaut Yaman di bawah asuhan al Habib Salim as Syatiri. Putra kelima Zah Faidh, alumni Pondok pesantren Darul Falah Jepara, alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan, dan sekarang masih menempuh pendidikan di Jamiah (Universitas) Al Ahqof  Yaman.

Kiyai Bajuri Yusuf wafat pada tanggal 03 september 2014 M/08 Dzulqo’dah 1435 H.
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p