» » » Ayo Terus Berlari !

Ayo Terus Berlari !

Penulis By on Kamis, 02 April 2015 | No comments

Ayo Terus Berlari !
Ali Asyhar *

Hasan Jufri - Di bisnis media, dunia dikejutkan dengan perubahan super cepat. Blackberry dengan gampang bisa menenggelamkan SMS. Kini WA juga sudah berusaha menyusul. Xiaomi made in China terus terengah-engah ingin menyalip Samsung. Meski belum berhasil tetapi usahanya layak dipuji. Khusus bangsa China, sungguh menarik dicermati . Awalnya mereka menjalakan prinspi njiplak. Semua produk pasti ditiru. Mulai tusuk gigi sampai tank tempur . Soal kualitas nanti dulu. HP China sekali jatuh dijamin remuk berantakan. Tahap selanjutnya mereka memperbaiki kualitas sampai akhirnya produk China merajai dunia.

Di dunia pendidikan juga idem. Semua berkompetisi. Siapa yang merangkak akan tertinggal jauh dengan yang  berlari. Siapa yang tidak pernah menengok kurikulumya dijamin impoten. Layu sebelum berkembang. Banyak contoh kurikulum inovatif. Ada sekolah alam “ kandang jurang”  Dick Doang, Qaryah Thayibah milik Badrudin di lereng Merbabu, KMI ala Gontor, ICP, sekolah enterpreneur Ciputra dan seterusnya. Kita mau pilih yang mana? Jawabannya : kita ambil mana saja yang baik. Bisa 10 % atau 70 %. Sebab konsep kurikulum yang ada di daerah tertentu belum tentu cocok diterapkan di Bawean. Secara bertahap kita perbaiki.
Di Yayasan milik Ciputra pemberian materi hanya 3 bulan dalam satu tahun. Selebihnya digunakan untuk praktikum enterpreneur. Siswa SD Ciputra kelas 4 sudah diajari cara memasarkan produk. Di hari-hari tertentu mereka menjadi loper koran didampingi gurunya. Apa pelajaran yang bisa diambil ? Banyak. Antara lain :
1.    Keuntungan ekonomi
2.    Kerja keras
3.    Sabar
4.    Kemandirian
5.    Menghargai kerja orang lain
6.    Berdiplomasi

Ketika di sekolah-sekolah islam para siswa baru diajari hafalan akhlak-akhlak terpuji mereka sudah mempraktekannya. Kita kalah 2 langkah dari mereka.

Pertanyaan selanjutnya, apakah kita bisa lebih baik lagi. Jawabanya : pasti. Niat yang baik diramu dengan  usaha yang sungguh-sungguh akan berbuah manis. Yang harus disadari bersama adalah : Pertama : Kurikulum kita saat ini belum ideal. Baru 40 dari angka maksimal 100. Kedua : terus berusaha berinovasi dalam kurikulum. Dari itu mari kita dukung ikhtiar yayasan bersama pimpinan MA yang mulai mencari format baru untuk kelas khusus IPA – IPS . Bisa berbentuk ICP atau yang lain. Sekarang sudah ada jurusan khusus yakni MAK. Ibarat kereta MAK memiliki rel sendiri yang sudah benar. Apa tantangannya ? Tantangannya adalah mewujudkan santri MAK yang santri 100 %. Calon kyai dan bu nyai. Namanya calon bisa jadi meleset asal tidak jauh-jauh. Maka jangan sampai ada niatan untuk mencampuri MAK dengan mata pelajaran gedabrus …ala depag dan dinas. Sekolah pavorit dan dibanjiri siswa adalah sekolah yang kurikulumnya mendesaign sendiri. Mereka sudah mengubur kurikulum depag dan dinas dalam-dalam. Kini pemerintah sudah menyerah. Indikatornya adalah kurikulum KBK, KTSP, UN yang 100 % diserahkan sekolah. Pada waktunya pemerintah akan lepas tangan dan kurikulum diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Dalam 6 bulan terakhir banyak perubahan fisik dan manajemen di yayasan ini. Gedung baru dua lantai dengan 10 lokal sudah finishing. Gedung-gedung dipercantik. Administrasi yayasan ditata dan mendirikan toko induk . Seragam siswa mulai ditertibkan meski baru 30 %. Setahun kedepan kita targetkan 80 % soal seragam selesai. Sehingga tahun berikutnya tinggal pukulan terakhir. Jilbab, ikat pinggang, kaos kaki, baju putih, kaos olahraga dan atribut. Kita boleh memakai taktik China di atas. Tiru lalu modifikasi . Meniru kepada lembaga lain yang pavorit dan sesuai dengan nilai agama islam.

Apa hambatan terbesar untuk melakukan perubahan? Bagi saya tidak ada hambatan yang serius. Semua berjalan baik. Bila ada guru yang belum paham dengan langkah-langkah yayasan dipersilahkan tabayyun. Meminta penjelasan supaya tidak salah paham. Selanjutnya mari menyongsong penerimaan siswa baru. Jika ada trik-trik jitu mohon disampaikan supaya jumlah siswa terus bertambah. Insnya Allah,  haflah akhirisanah kita mengundang Gus Ipul ( wagub Jatim). Akhirnya : selamat berkarya kembali kepada Bu Wiwin , Pak Saenawi dan ustadz Yusuf pasca umroh. Semoga terus menginspirasi.

•    Sekretaris YPP. Hasan Jufri

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya
:)
:(
=(
^_^
:D
=D
|o|
@@,
;)
:-bd
:-d
:p